TEMPLATE ERROR: Error during evaluation of comment-form wahyuprimasari

Share it

Sabtu, 12 Februari 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Terpadu)

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPA,IPS Kelas / Semester : IV / I Tema : Lingkungan Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi: • Bahasa Indonesia Membaca: Memahami teks agak panjang (150 – 200 kata) • IPA Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan Memahami hubungan sesama makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. • IPS Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi. B. Kompetensi Dasar : • Bahasa Indonesia Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150 – 200 kata) dengan cara membaca sekilas. • IPA Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. • IPS Mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan propinsi serta hubungannya denga keragaman sosial budaya. C. Indikator : • Bahasa Indonesia Menemukan pikiran pokok teks. • IPA Memprediksi kemungkinan yang akan terjadi bila lingkungan berubah, misalnya akibat dari pencemaran di sungai, kebakaran di hutan, dan penebangan pohon. • IPS Mengidentifikasi ciri-ciri dan manfaat kenampakan alam serta ciri-ciri sosial dan budaya di kabupaten /kota dan provinsi setempat Mengidenrifikasi peristiwa (letusan gunung api, gempa, topan) D. Tujuan 1. Siswa dapat membaca sekilas teks yang agak panjang (150–200 kata), berlatih menemukan jumlah paragraf dalam teks, menemukan pikiran pokok dalam paragraf, dan menuliskan pikiran pokok dalam teks yang dibaca dalam teks bacaan “Peristiwa alam dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial” dengan baik. 2. Setelah siswa membaca teks “Peristiwa Alam dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial”, siswa dapat memprediksi kemungkinan yang akan terjadi bila lingkungan berubah dengan tepat. 3. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan manfaat kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi . 4. Siswa dapat menjelaskan hubungan kenampakan alam dengan keragaman sosial budaya. E. Materi Pokok Teks Bacaan “Peristiwa Alam dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial”. F. Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal/Pendahuluan  Salah satu siswa memimpin untuk membaca doa bersama-sama.  Guru melakukan presensi.  Guru memberi apersepsi yang berhubungan dengan materi. Contohnya: - Pernahkah anak-anak mengamati lingkungan tempat tinggalmu! Termasuk pada daerah yang datar, rendah, atau tinggi? - Pernahkah anak-anak merawat lingkungan sekitarmu? Bagaimana caranya?  Motivasi, dilakukan dengan cara guru menyampaikan manfaat kegiatan pembelajaran dengan materi Membaca sekilas.  Menjelaskan tujuan, disampaikan sesuai dengan pembelajaran secara singkat. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi  Peserta didik mendengarkan penjelasan guru yang berkaitan dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan.  Peserta didik membaca teks bacaan “Peristiwa Alam dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial” yang telah diperintahkan guru.  Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, yang anggotanya maksimal 4-5 orang.  Secara berkelompok, peserta didik diberi permasalahan berkaitan dengan isi teks. Misalnya seperti: apa yang kamu lakukan untuk mencegah bencana banjir dan tanah longsor! Selanjutnya, bagaimana cara mengantisipasi bencana alam tersebut! b. Elaborasi  Tiap kelompok mulai mendiskusikan permasalahan yang diberikan guru.  Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Pada saat salah seorang wakil dari suatu kelompok melaporkan, kelompok lain menyimak dan menanggapinya.  Peserta didik memperhatikan tanggapan guru terhadap hasil diskusi tiap kelompok dan proses diskusi kelas.  Peserta didik menuliskan pikiran pokok dari setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut secara individu.  Setiap individu menyampaikan hasil pikirannya ke depan kelas. c. Konfirmasi  Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan peserta didik.  Peserta didik dan guru membahas bersama-sama pikiran pokok dalam setiap paragraf.  Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber 3. Kegiatan Akhir/Penutup  Peserta didik dan guru menyimpulkan materi pembelajaran hari ini.  Penegasan-penegasan berkaitan dengan tata cara mendengarkan, menceritakan kembali, dan menuliskannya.  Guru menanyakan kesulitan siswa selama KBM.  Evaluasi dan tindak lanjut.  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. G. Sumber/Media - Buku BSE Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI kelas 4, hal 21-23 - Buku BSE Bahasa Indonesia SD/MI kelas 4, hal 24-27 - Buku BSE Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI kelas 4, hal 65-68 - Buku pendamping yang relevan H. Metode Pembelajaran - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian Tugas - Inquiri H. Penilaian - Penilaian dalam proses : Pengamatan dalam KBM - Penilaian hasil belajar : ada dalam proses tugas - Teknik Tes : Tes tertulis - Bentuk Tes : essay Semarang, 06 November 2010 Mengetahui Dosen Pembimbing Simulator Moch. Ichsan NIP. NIP.
Baca selengkapnya wahyuprimasari

REFLEKSI PROSES DAN HASIL ASESMEN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam melaksanakan pembelajran, selalu saja kita temukan berbagai kelemahan, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaiannya. Sebaik apapun kita mengajar, selalu ada kelemahan disana-sini. Tanpa adanya refleksi, tidak mudah bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian atau aspek-aspek mana dari pembelajaran yang kita lakukan masih salah atau lemah. Refleksi sebagai aktivitas untuk memperbaiki kualitas pembelajaran mempunyai rangkaian sub aktivitas. Refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran dimulai dari analisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar siswa, evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah kita lakukan, identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan bersama-sama pihak terkait, merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar.B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana cara menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar? 2. Bagaimana cara melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan? 3. Bagaimana mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan? 4. Bagaimana merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar? C. TUJUAN 1. Untuk dapat menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar siswa; 2. Untuk dapat melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan; 3. Untuk dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan bersama pihak-pihak terkait; 4. Untuk dapat merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar. BAB II PEMBAHASAN SUB UNIT 1 KRITERIA KEBERHASILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Pengertian Keberhasilan Proses dan Hasil Belajar dan Cara Menganalisisnya Perlunya dilakukan aseesmen dalalm pembelajaran adalah untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa,, baik selama ataupun setaleh siswa mengikuti pembelajaran tertentu. 2. Keberhasilan Proses Belajar Secara sederhana keberhasilan proses belajar adalah keberhasilan siswa selama mengikuti suatu pembelajaran, keberhasilan proses belajar sisiwa tersebut dapat dilihat melalui pengamatan keaktifan siswa dalam bekerjasama atau wawam cara tentang kesulitan-kesulitanyang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran. Untuk memperoleh informasi mengenai keberhasilan proses belajar siswa, kita dapat menggunakan berbagai cara, misalnya mengamati keaktifan siswa dalam bekerjasama, atau wawancara tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran. Sebagai guru, kita dapat menetapkan kriteria apa saja yang masuk akal untuk keberhasilan proses belajar siswa. Tentu saja, kita juga perlu memberikan penjelasan atau alasan mengapa kriteria tersebut kita tetapkan seperti itu. Tingkat keberhasilan seperti: sangat kurang, kurang, cukup, baik, sangat baik; atau kurang aktif, cukup aktif, aktif, sangat aktif adalah contoh tingkatan yang dapat kita gunakan untuk menilai kinerja siswa. Tentu saja, kita perlu membuat kriteria untuk mengelompokkan setiap siswa ada di tingkat mana. 3. Keberhasilan Hasil Belajar Siswa Di samping keberhasilan proses belajar, keberhasilan siswa juga dilihat dari keberhasilan hasil belajar yaitu keberhasilan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran tertentu. Keberhasilan siswa diklasifikasikan kedalam tiga ranah yaitu (1) ranah kognitif (kecerdasan), (2) ranah afektif (sikap) dan yang (3) ranah psikomotorik (keterampilan). Dari hasil penilaian terhadap hasil belajar siswa, dapat mengetahui keberhasilan dari hasil belajar siswa. Sebagai guru, kita dapat menetapkan kriteria apa saja yang masuk akal untuk keberhasilan hasil kinerja siswa. Tentu saja, kita juga perlu memberikan penjelasan atau alasan mengapa kriteria tersebut kita tetapkan seperti itu. Tingkat keberhasilan seperti: sangat kurang, kurang, cukup, baik, sangat baik; atau kurang terampil, cukup terampil, terampil, sangat terampil adalah contoh tingkatan yang dapat kita gunakan untuk menilai hasil kinerja siswa. Bahkan, tingkat keberhasilan dapat dibuat lebih sederhana, misalnya: menguasai, tidak menguasai atau terampil, tidak terampil. Tentu saja, kita perlu membuat kriteria untuk mengelompokkan setiap siswa ada di tingkat mana ia berada. Untuk mendapatkan informasi tentang keberhasilan siswa secara lebih lengkap (komprehensif), penilaian dari satu atau dua aspek keberhasilan saja tidaklah cukup. Kitadapat mengkombinasikan berbagai cara atau berbagai aspek yang dinilai sebagaimana ada pada bagan berikut. 4. Analisis Keberhasilan Siswa Berdasarkan tingkat keberhasilan (baik proses maupun hasil belajar) yang kita buat beserta kriterianya sekaligus, kita dapat menetapkan di tingkat mana siswa kita berada. Misalnya bahwa tingkat tingkat keberhasilan siswa adalah : sangat kurang, kurang, cukup baik, baik, dan sangat baik. Subunit 2 Evaluasi-Diri Terhadap Proses Pembelajaran Yang Telah Dilakukan 1. Pengertian dan Pentingnya Evaluasi diri terhadap Proses Pengajaran Mengetahui sesegera mungkin kelemahan-kelemahan yang kita lakukan dalam melaksanakan pembelajaran merupakan kebutuhan setiap guru dan seyogyanya menjadi sebuah tradisi untuk memperbaiki diri. Sehingga akan mempeoleh perbaikan dari waktu ke waktu. 2. Pengertian Evaluasi Diri Evaluasi diri adalah aktivitas menilai sendiri keberhasilan proses pengajaran yang kita lakukan. Sebagai guru, melakukan evaluasi diri merupakan aktivitas yang penting karena dua alasan. Pertama, kita ingin memperbaiki kualitas pengajaran kita. Kedua, kita tidak terlalu berharap banyak pada orang lain untuk mengamati proses pengajaran yang kita lakukan. Evaluasi diri merupakan bagian penting dalam aktivitas pembelajaran untuk memahami dan memberi makna terhadap proses dan hasil (perubahan) yang terjadi akibat adanya pengajaran yang kita lakukan. Hasil evaluasi diri digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan. Dalam melakukan evaluasi diri, prinsip-prinsip yang hendaknya kita gunakan adalah: kejujuran, kecermatan, dan kesungguhan. dengan mengetahui kelemahan yang kita lakukan, kita dapat memperbaiki diri. Orang bijak bilang, pengalaman adalah guru yang paling baik. Guru yang baik adalah guru yang banyak belajar dari pengalaman. Aktivitas evaluasi diri membutuhkan kesungguhan dankesabaran. Melakukan pencermatan atas informasi yang ada dan kemudian melakukan refleksi dan refleksi lagi jelas membutuhkan kesungguhan dan kesabaran. Dengan membiasakan diri melakukan evaluasi diri, maka akan menjadi tradisi yang baik dalam proses memperbaiki kualitas pengajaran kita. 3. Melakukan Evaluasi Diri Dalam menilai sendiri keberhasilan pengajaran, kita membutuhkan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan berhasil atau tidaknya pengajaran yang telah kita lakukan. Informasi dimaksud dapat berupa hasil penilaian terhadap proses belajar siswa, hasil belajar siswa, hasil angket yang kita berikan kepada siswa, atau hasil wawancara kita dengan siswa. Informasi-informasi berupa hasil pengukuran tersebut di atas selanjutnya perlu dianalisis. Proses analisis dimulai dari menilai hasil-hasil pengukuran (tes atau non tes), kemudian kita tetapkan tingkat keberhasilan dari masing-masing aspek penilaian, menentukan kriteria keberhasilan, dan selanjutnya menetapkan berhasil atau tidaknya aspek-aspek yang dinilai tersebut. Proses selanjutnya adalah memberi makna (pemaknaan) atas hasil analisis yang kita lakukan. Makna yang dapat diperoleh dari kegagalan proses belajar siswa dan makna yang dapat diperoleh dari kegagalan hasil belajar siswa. Langkah selanjutnya adalah memberikan penjelasan mengapa kegagalan itu bisa terjadi. Mengapa siswa-siswa kita memberikan respon negatif atas pelaksanaan pembelajaran yang kita lakukan, mengapa proses belajar siswa berjalan tidak sesuai harapan, demikian pula mengapa hasil belajar siswa justru menurun dari periode sebelumnya, dan lain sebagainya. Selanjutnya kita dapat memberikan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal. Kesimpulan dapat kita kemukakan dalam bentuk identifikasi faktor-kator penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan. Secara umum, juga dapat diketahui, bahwa hasil-hasil belajar siswa yang kurang baik dipengaruhi oleh proses belajar mereka yang kurang baik. Artinya, proses belajar yang kurang baik akan menyebabkan hasil belajar yang kurang baik pula. Dengan demikian, hasil belajar dapat ditingkatkan dengan jalan meningkatkan kinerja (proses belajar) siswa. Demikian juga, hasil belajar Rini dan Tantri mungkin dapat didongkrak naik menjadi sangat baik bila keaktifan mereka di kelas (selama mengikuti pembelajaran) dapat ditingkatkan. Untuk mendapatkan gambaran yang baik tentang kinerja pembelajaran yang kita lakukan, kita memerlukan informasi hasil belajar siswa (proses dan hasil) dan respon siswa terhadap pembelajaran yang telah mereka ikuti. Contoh hasil rekapitulasi respon siswa diuraikan berikut ini. Guru dapat meminta siswa untuk merespon tentang: (1) sulit/tidaknya memahami perangkat pembelajaran yang ada (Buku Siswa dan LKS) dan penjelasan guru, (2) senang/tidaknya selama mengikuti pembelajaran, dan (3) termotivasi/tidaknya siswa selama mengikuti pembelajaran. Angket respon siswa dapat disusun sehingga bersifat setengah terbuka, artinya selain memberikan jawaban ya/tidak, siswa dapat memberikan penjelasan mengapa ya atau mengapa menjawab tidak. Dengan memberikan respon secara tertulis, kita dapat mengetahui secara lebih baik mengapa mereka senang atau mengapa mereka tidak senang atas aspek pembelajaran tertentu. Informasi yang dipakai bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi diri sebagaimana dikemukakan di atas hanya terbatas pada informasi yang berasal dari siswa. Informasi lain yang berasal dari pengamat (mungkin guru serumpun) akan sangat membantu dalam mendapatkan evaluasi diri yang lebih tajam dan menyeluruh. Langkah-langkah evaluasi diriseperti diuraikan di atas dapat dibagankan sebagai berikut. SUB UNIT 3 Faktor Penyebab Kegagalan dan Pendukung Keberhasilan dalam Pembelajaran 1. Faktor-faktor Penyebab Kegagalan dan Pendukung Keberhasilan Berdasarkan faktor-faktor penyebab kegagalan yang berhasil kita identifikasi, kita merencanakan upaya-upaya perbaikan (remidi). Dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran, kita akan merencanakan upaya-upaya untuk untuk memantapkan faktor-faktor pendukung keberhasilan itu. 2. Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan dan Keberhasilan Agar identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan akurat, maka informasi yang diperoleh dari penilaian, analisis hasil penilaian, pemaknaan dan pemberian penjelasan haruslah akurat juga. Proses identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan oleh diri sendiri memiliki berbagai keterbatasan, antara lain: a. Kurang cermat dalam menganalisa hasil penilaian. b. Kurang tepat memaknai dan menjelaskan hasil-hasil penilaian itu. Oleh karena itu, kehasir orang lain yang paham tentang pembelajaran akan sangat membantu dalam proses identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan faktor pendukung keberhasilan. Kehadiran pihak-pihak terakait, termasuk guru lain yag serumpun dengan mata pelajaran yang kita ajarkan, misalnya, akan sangat membantu dalam menemukan berbagai kegagalan dan juga keberhasilan yang telah kita lakukan. Tabel Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Komponen Pengamatan Hasil pengamatan kurang cukup baik 1. Penyampaian tujuan pembelajaran X 2. Pemberian motivasi belajar X 3. Penyampain materi X 4. Pengorganisasian siswa dalam kelompok X 5. Penciptaan suasana belajar X 6. Pemberian bimbingan siswa X 7. Respon terhadap pertanyaan siswa X 8. Evaluasi pemahaman materi X SUB UNIT 4 UPAYA OPTIMALISASI PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Upaya Optimalisasi Proses dan Hasil Belajar Upaya mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa tidak dapat dilepaskan dari upaya mengoptimalkan proses pembelajaran. Ketiganya saling terkait. Proses belajar yang optimal akan mengakibatkan hasil belajar yang optimal pula. Proses belajar siswa yang optimal merupakan salah satu indikasi dari proses pembelajaran yang optimal. 2. Optimalisasi Proses dan Hasil Belajar Optimalisasi proses dan hasil belajar adalah upaya memperbaiki proses pembelajaran sehingga para siswa mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar. Para siswa dapat belajar dengan penuh semangat, aktif dalam belajar, berani mengemukakan pendapatnya, mampu dan antusias dalam mengikuti pelajaran, terlibat secara aktif dalam pemecahan masalah adalah beberapa indikasi dari proses belajar yang berlangsung optimal. Demikian pula, bila siswa tuntas dalam belajarnya, terampil melakukan suatu tugas, dan memiliki apresiasi yang baik terhadap pelajaran tertentu; maka siswa yang demikian telah mencapai hasil belajar yang optimal. Proses dan hasil belajar yang baik akan diperoleh bilamana proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, agar proses dan hasil belajar siswa optimal, maka mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan sampai pada tahap penilaian haruslah dipersiapkan dan dilaksanakan secara baik pula.Optimalisasi proses dan hasil belajar bertujuan untuk meminimalkan atau meniadakan siswa yang tidak berhasil, baik proses maupun hasil belajarnya. 3. Mengidentifikasi Upaya Optimalisasi Proses dan Hasil Belajar Setelah faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan kita identifikasi, maka kegiata kita selanjutnya adalah mengidentifikasi upaya-upaya apa saja yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa. Kegiatan tindak lanjut dimulai dengan merancang dan mengajukan berbagai solusi alternatif berdasarkan faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan. Kita dapat menggunakan analogi kerja dokter dalam mengobati pasiennya. Semua alternatif solusi yang kita ajukan haruslah mengerah pada upaya menghilangkan penyebab kegaagalan dan menguatkan pendukung keberhasilan belajar siswa. Upaya menghilangkan kegagalan dapat berupa perbaikan (remidi) atas kegagalan yang telah kita lakukan. Upaya menguatkan pendukung keberhasilan dapat berupa pemantapan atas keberhasilan yang telah kita capai. Contoh: misalkan telah kita simpulkan bahwa salah satu faktor penyebab kegagalan belajar siswa adalah soal-soal pada lembar kerja siswa (LKS) yang sulit di mengerti siswa. Atas dasar fakor itu, maka kemudian kita ajukan beberapa upaya perbaikan berupa: a. Memperbaiki soal-soal yang sulit dipahami siswa (misalnya kalimat, salah cetak, dsb), atau b. Menyederhanakan soal. Penyebab kegagalan mungkin berasal dari strategi pembelajaran yang digunakan, perangkat pembelajaran, media, struktur tugas, menentukan pengetahuan prasyarat. Tentu kita juga memiliki alasan dna argumen bahwa alternatif upaya optimalisasi yang kita ajukan mempunyai cukup peluang untuk mengkondisikan siswa lebih aktif dalam belajar dalam kelas, sehingga memperoleh hasil belajar yang baik. Penyusunan tabel dan matriks penyebab kegagalan, alternatif yang kita ajukan, dan kemdian alternaif terpilih, beserta pertibangan yang kita berikan dapat membantu kita dalam mengidentifikasi upaya optimalisas proses pembelajaran. Contoh, misalkan beberapa faktor penyebab kegagalan proses dan hasil belajar yang berhasil kita identifikasi adalah :(a) Kualitas LKS rendah ,(b) media pembelajaran yang digunakan tidak memadai, dan (c) pengelolaan kelas kurang baik. Berdasarkan faktor-faktor penyebab kegagalan tersebut kemudian kita coba memberikan berbagai alternatif untuk memecahkan masalah seperti pada tabel berikut. Contoh: Identifikasi optimalisasi proses dan hasil belajar No Faktor penyebab kegagalan Aternatif optimalisasi proses dan hasil 1. 2. 3. 4. kualitas LKS rendah media pembelajaran yang digunakan tidak memadai pengelolaan kelas kurang baik dan seterusnya 1. a. memperbaiki soal-soal yang sulit dipahami siswa (kalimat, salah cetak,dsb) b. menyederhanakan soal 2. a. menyiapkan media yang diperlukan b. mengganti dengan media yang relevan c. membuat media sendiri 3. a. memberikan arahan agar menjaga ketenangan dalam kelas b. membuat kesepakatan-kesepakatan dengan siswa Kesiapan siswa, kesiapan guru, kondisi lingkungan, ketersediaan media adalah beberapa aspek yang perlu kita pertimbangkan untuk menetapkan pilihan. Pilihan itulah yang kita anggap optmal untuk saat itu. Sementara itu, kehadiran guru lain sebagai teman diskusi akan sangat membantu kita dalam mengoptimalkan kita dalam proses dan hasil belajar siswa. BAB IV PENUTUP Kesimpulan 1. Untuk memperoleh informasi mengenai keberhasilan proses belajar siswa, kita dapat menggunakan berbagai cara, misalnya mengamati keaktifan siswa dalam bekerjasama, atau wawancara tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran. Hasil belajar siswa dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain), yaitu (1) domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika – matematika), (2) domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antar pribadi dan kecerdasan intra pribadi, dengan kata lain kecerdasan emosional), dan (3) domain psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musikal). Dari hasil penilaian terhadap hasil belajar siswa, dapat diketahui keberhasilan dari hasil belajar siswa. 2. Dalam menilai sendiri keberhasilan pengajaran, kita membutuhkan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan berhasil atau tidaknya pengajaran yang telah kita lakukan. Informasi dimaksud dapat berupa hasil penilaian terhadap proses belajar siswa, hasil belajar siswa, hasil angket yang kita berikan kepada siswa, atau hasil wawancara kita dengan siswa. 3. Identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan dapat dilakukan sendiri melalui evaluasi diri, tetapi akan lebih teliti dan tajam bilamana dikerjakan secara bersama (kolaboratif) dengan orang lain yang kompeten, misalnya guru lain yang mengajar bidang studi yang serumpun dengan mata pelajaran yang kita ampu. 4. Upaya-upaya optimalisasi yang dapat kita lakukan harus mendasarkan diri pada hasil identifikasi faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan yang kita temukan. Dari hasil identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan akan kita tindak lanjuti dengan upaya-upaya memantapkan keberhasilan dan upaya-upaya memperbaiki kegagalan. Saran : Jadilah guru pengambil keputusan dan pelaksana keputusan jangan jadi guru yang kurang mengerti keputusan DAFTAR PUSTAKA Anderson, L.W. (2003). Classroom Assessment Enhancing the Quality of Teacher Decision. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Anthony, R. J., T. D. Johnson, N. I. Mickelson, A. Preece. (1991). Evaluating Literacy A Perspective for Change. Portsmouth: Heinenmann. Conner, Colin. (1991). Assessment and Testing in the Primary School. London: The Falmer Press. Davis, Anne. (2000). Making Classroom Assessment Work. Courtenay: Connection Publishing. Baca selengkapnya wahyuprimasari

Selasa, 18 Januari 2011

Riwehnya PSSI dan LPI Hambat Pembinaan Sepakbola

Kisruh PSSI dengan Liga Primer Indonesia (LPI) diharapkan segera bisa selesai. Sebab, publik sepakbola tanah air kini semakin resah dengan adanya permasalahan tersebut yang tentunya bisa membuat pembinaan sepak bola dari tingkat nasional hingga provinsi menjadi terganggu.Sekertaris Umum KONI Kalimantan Barat Drs Firdaus Zar’in Msi menilai PSSI harus bisa memberikan alasan yang jelas jika tidak memberikan rekomendasi terhdap LPI, karena digulirnya tunamen tersebut juga untuk memajukan sepak bola tanah air. “Tapi alasan yang dikemukakan oleh PSSI tak jelas. LPI malah dinilai sebagai saingan yang bisa menjatuhkan kredibilitas PSSI,” katanya.Selain itu digulirkannya LPI juga ditegaskan Firdaus jangan dinilai sebelah mata oleh PSSI, yakni untuk menjatuhkan kepemimpinan Nurdin Khalid sebagai ketua umum PSSI, tapi lebih dari itu. Wahyu Hidayat berkata HAI NUR MENDING KAMU TURUN SEKARANG karena selama kepeminpin mu indonesia semakin lambat saja sepak bolanya apalagi jika kamu berfikir PSSI sebagai lumbung penghasilan... “Dalam organisasi PSSI memiliki aturan tersendiri mengenai kepengurusan. Nurdin Khalid didukung oleh seluruh pengprov PSSI Provinsi di Indonesia. Harusnya masalah ini bisa dibedakan, jangan pengurus PSSI menilai LPI secara sebela mata,” katanya.Firdaus juga menjelaskan pada intinya dirinya sangat setuju dengan adanya LPI. Namun, momen waktu pelaksanaan juga bisa diatur jangan sampai mengganggu dua even tersebut. Apalagi even yang digelar ini sepertinya diskriminatif. Para pemain yang bermain di LPI tidak bisa bermain di Liga Super Indonesia dan sebaliknya. Untuk itu dirinya berharap kepada kedua belah pihak mencari jalan keluar terbaik dan menghilangkan kepentingan pribadi maupun golongan. “Ini demi kemajuan sepakbola Indonesia bukan sebaliknya,” tandasnya. Sementara pemerhati sepakbola dari Elang Khatulistiwa Satria Mulyadi menilai, kehadiran LPI sangat baik untuk memajukan sepakbola negara ini. Selama ini, kata dia, PSSI hanya diisi oleh orang-orang yang dinilainya memiliki banyak kepentingan. Apalagi Nurdin Khalid sebagai Ketua Umum PSSI yang dinilainya tidak memiliki kredibilitas lagi menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. “Seharusnya seorang tersangka korupsi tidak layak kembali memimpin PSSI, tapi nyatanya dia masih bisa, padahal sudah dipenjara. Ya itulah cermin persepakbolaan negara ini. Saya acungi jempol buat LPI yang berani bertindak meskipun banyak tekanan dari PSSI. Bravo buat LPI,” katanya. (bdi) "HANCURNYA PERSEPAK BOLAAN INDONESIA ITU KARENA MASIH DITUMPANGI OLEH POLITIKDIDALAMNYA DAN KEPENTINAGAN PRIBADI" Baca selengkapnya wahyuprimasari

Rabu, 15 Desember 2010

PEMILU HIMA PGSD UNNES

http://wahyuprimasari.blogspot.com
PGSD FIP UNNES kali ini menyelenggarakan pemilu ketua dan waka hima periode 2011-2012 belangsung begitu meriah dibangding tahun-tahun kemarin acara ini merupakn lanjutan dari acara kampanye dialogis yang kemarin sudah berlangsung dengan sukses walaupun kurang meriah.

Antusiasme masiswa baru patut diapresiasi luar biasa karena mereka langsung mencontreng sebelum masuk ruang kuliah guna mensukseskan pemilu kali ini, pembukaan pemilu ketua dan waka hima periode 2011-2012 diawali dari masing-masing calon yang melakukan pencontrengan, pemilu kasi ini berlangsung mulai jam 07.00 sampai 15.00 dan dilanjutkan penghitungan surat suara yang nanti dihadiri dari kedua calon dan tim sukses masing-masing calon....
terimakasih sahabat love sayt Baca selengkapnya wahyuprimasari
POWER OF MOMENTUM
momentum adalah salah satu faktor yang mendukung segalanya, dimana seseorang yang sudah terkena momentum maka sulit untuk berhenti dari apa yang ia lakukan.
bagi kebanyakan manusia momentum itu banyak yang melupakan karena mereka tidak sadar kondisi seperti apa yang dihadapinya saat ini, ketika seseorang sudah dalm kondisi nyaman maka sulit untuk melakukan suatu perubahan karena faktor nyaman sangat dominan pada pola fikir mereka yang selalu merasa nyaman...
motivasisaja tidak cukup membuat seseorang untuk melakukan sesuatu demi yang ia inginkan....itulah kekuatan momentum ibarat tukang becak ketika dia sudah mengayuh becaknya dan ia harus berhenti tanpa alasan maka ia tidak mau karena apa, semua karena menemukan suatu montum itu sulit.....
intinya ketika ada satu momentum maka gunakanlah momentum itu untuk mencapai tujuan jangan berhenti sebelum terwujut tujuannya.....
otre sahabat love sayt: Dapatkan momentum dirimu sendiri dari banyak hal disekitar mu
http://wahyuprimasari.blogspot.com Baca selengkapnya wahyuprimasari